Letters To Aubrey, Kumpulan Surat Seorang Ibu Untuk Putrinya Yang Berkebutuhan Khusus AKibat Terinfeksi Virus Rubella



Judul: Letters To Aubrey
Penulis: Grace Melia
Penerbit: Stiletto
Tahun: 2014
Tebal: 266 halaman
ISBN: 978-602-7572-27-0

Setiap orangtua pasti menginginkan anak yang sempurna, begitu juga dengan ibu muda bernama Grace Melia yang akrab dipanggil Ges. Namun, Tuhan berkehendak lain. Anaknya, Aubrey Naiym Kayacinta atau akrab dipanggil Ubii yang lahir pada 19 Mei 2012, terkena Congenital Rubella syndrome yang diakibatkan saat hamil Ges terinfeksi virul Rubella. Kumpulan surat Ges untuk putri tercintanya yang terinfeksi virus rubella dibukukan dengan judul "Letters To Aubrey".

Congenital Rubella Syndrom itu menyebabkan gangguan pendengaran sangat berat, gangguan saraf, gangguan motoric, dan kelainan jantung bawaan sehingga Ubii tidak langsung menangis saat dilahirkan dan sempat kesulitan bernafas. Banyak hal yang telah Grace dan Adit –suaminya- lalui untuk kesembuhan Ubii. Ubii melalui banyak tes, perawatan dan pengobatan sejak dilahirkan. Misalnya saja: 

  1. Tes Echocardiography atau USG jantung pertama pada usia 1 bulan 17 hari
  2. Operai kecil untuk mengeluarkan nanah dari benjolan di ketiak Ubii akibat reaksi imunisasi BCG yang berlebihan
  3. Tes BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry) untuk melihat ambang dengar Ubii pada usia 5 bulan 10 hari
  4. Tes darah untuk memastikan infeksi Rubella dan Ubii dinyatakan positif Rubella pada usia 5 bulan 22 hari.
  5. Fisioterapi pertama pada usia 6 bulan 2 hari untuk mengatasi kekakuan di tubuh Ubii yang berada di angka 3. Kekakuan orang-orang sehat ada di angka 0 dan kekakuan paling tinggi ada di angka 5. Jadi, Ubii cukup kaku tapi belum sangat kaku. Tidak heran, Ubii jarang tidur nyenyak, selalu terbangun dan rewel saat tidur. Fisioterapi rutin Ubii lakukan seminggu 3 kali.
  6. Minum 4 macam obat setiap hari. Obat-obat itu berfungsi sebagai vitamin untuk otak, penurun kaku dan pengurang kejang. Salah satu obat itu ada yang rasanya pahit sekali sehingga butuh perjuangan Ges dan Adit untuk meminumkannya pada Ubii.
  7. Ubii terkena dermatitis Atopi atau eksem yang tak kunjung sembuh karena penggunaan sabun atau lotion. Namun setelah mendapat perawatan dari dokter kulit, dermatitis atopi-nya berangsur hilang dalam waktu tiga minggu.
  8. Tes urine pada usia Ubii 10 bulan 4 hari untuk mengetahi apakah Ubii terkena infeksi saluran kencing yang menyebabkan berat badannya stuck.
  9. Tes Mantoux pada usia Ubii 13 bulan 23 hari untuk mengetahui apakah Ubii terkena tuberculosis. Ubii diberi dua macam obat untuk menyembuhkan TB paru-parunya dan setelah rajin mengonsumsi obat tersebut, berat badan Ubii langsung melesat.
  10. Ubii menjalani tiga tes pendengaran lagi yaitu OAE (Otto Acoustic Emission) untuk menguji pendengaran dari gendang ke rumah siput, timpanometri untuk memeriksa pendengaran dari gendang ke telinga tengah, dan ASSR (Auditory Steady State Respnse)untuk emnguji seluruh pendengaran dari gendang telinga sapai otak.
  11. Ubii memakai alat bantu dengar pada usia 13 bulan 17 hari.
  12. Ubii juga menjalani terapi mendengar atau AVT (Auditory Verbal Therapy) untuk melatih pendengaran Ubii.
  13. Mami Ges memberikan berbagai permainan menarik di rumah untuk menstimulasi Ubii. Misalnya saja sensory play dengan beras dan jelly yang diberi warna warni menarik.
  14. Ubii menjalani screening dan CT Scan untuk mengetahui apakah Ubii terinfekssi herpes karena Mami Ges sempat terkena herpes saat hamil Ubii.
  15. Dan banyak lagi yang Ubii lakukan untuk mengatasi virus rubella.

letters to aubrey grace melia


Banyak hal yang sempat membuat Mami Ges putus asa, sedih, dan merasa di titik terendah dalam hidup. Di sisi lain, banyak juga yang membuat mereka mensyukuri keadaan Ubii, mendorong mereka menjadi orangtua yang baik bagi Ubii, dan akhirnya ikhlas menerima keadaan Ubii. Ges juga banyak berbagi informasi dan pengalaman dengan ibu lain tentang virus Rubella dengan mendirikan Komunitas Rumah Ramah Rubella. Ges juga sempat diundang untuk tampil di talkshow Kick Andy untuk menceritakan perjuangannya mendampingi Ubii yang terkena rubella.
“Terus terang, Mami kadang-kadang masih dihinggapi perasaan cemas dan khawatir. Mami khawatir Ubii berkecil hati atas keadaan Ubii. Mami takut teman-teman Ubii mengejek keadaan Ubii. Mami mencemaskan kepercayaan diri Ubii kelak. Kata-kata yang bernada mengejek mungkin nggak akan bisa Ubii hindari. Hidup memang begitu, Ubii. Adang-kadang bisa kejam pada kita. Tapi itu adalah sesuatu yang harus Ubii hadapi dengan berani.

Menangis itu boleh, bahkan kadang bisa melegakan hati kita. Mami juga kadang-kadang masih menangis, kok. Namun Ubii perlu bangkit lagi di akhir tangisan Ubii. Ingatlah, Ubii selalu bisa menceritakan apa saja pada mami. Mami akan berusaha sekeras mungkin untuk menjadi pendengar yang baik bagi Ubii.

Mami berharap Ubii memiliki self esteem yang tinggi. Ubii harus mampu menghargai diri Ubii sendiri. Kalau Ubii nggak bisa menghargai diri sendiri, bagaimana orang lain menghargai Ubii? Untuk itu, Mami harap Ubii dapat melihat sisi-sisi positif di dalam diri Ubii. Cari dan kembangkan sisi-sisi positif itu” (halaman 256)

Buku ini wajib dibaca semua orangtua agar semakin dalam rasa syukur ataas apapun keadaan anak-anak kita. Semangat Ges yang pantang menyerah atas keadaan juga bisa menginspirasi kita semua untuk tetap berusaha yang terbaik untuk anak-anak kita. Semoga saja informasi tentang rubella di buku ini juga semakin meningkan kesadaran pada ibu hamil untuk meningkatkan kesehatan selama kehamilan, termasuk peduli dengan virus penyebab rubella. Karena penulis menyampaikannya sesuai pengalaman, jadi insyaallah penjelasannya tentang rubella bisa dimengerti.

Buku ini bisa didapatkan melalui penerbit Stiletto di email redaksi@stilettobook.com. Perkembangan Ubii juga bisa kita lihat melalui blog mami Ges di www.gracemelia.com.

Comments

  1. Wah ternyata ada bukunya ya. Terimakasih infonya :)

    ReplyDelete
  2. Baru baca reviewnya ini aja, aku lgs terharu :( .. Bangga deh bisa kenal gesi.. Salut ama semua perjuangannya.. Semoga perkembangan ubii bisa naik dan setidaknya nanti bisa tumbuh seperti yg diharapkan orangtuanya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Blogtour dan Giveaway] Departemen Hati

Polisi Sahabatku

Cerita-cerita Tentang Cinta Lingkungan