Jurus Ampuh Bangkit Dengan Mengetuk Pintu Langit




Judul: Jurus Ampuh Bangkit Dengan Mengetuk Pintu Langit
Penulis: Citra Wulandini
Penerbit: Stiletto Indie Book
Tahun: 2018
Tebal: 133 halaman
ISBN: 978-602-6648-43-3

Siapa sih di dunia ini yang hidupnya mulus saja tanpa keterpurukan? Adakah yang seperti itu? Saya yakin tidak ada yanghidupnya tanpa ujian. Bahkan yang hartanya banyak saja selalu saja ada ujian dalam hidupnya dan merasa terpuruk. Dunia memang tempatnya semua ujian. Allah SWT telah berfirman dalam Alquran tentang hal ini.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 155)


Berbagai macam reaksi orang saat dirinya mengalami ujian. Ada yang mengambil jalan pintas atau mengakhiri hidupnya karena merasa tidak mampu mencari jalan keluar. Naudzubillah, semoga kita terhindar dari hal yang seperti ini. Namun ada juga yang sebaliknya, ia tetap bersabar menunggu pertolongan Allah SWT dan berusaha terus mengatasi masalahnya.

Dalam buku berjudul “Jurus Ampuh Bangkit Dengan Mengetuk Pintu Langit” karya Citra Wulandini, penulisnya mengajak pembaca untuk mengatasi masalah yang dihadapi dengan cara mengetuk pintu langit. Penulis mengungkapkan cara-cara bagaimana kita dapat membuka pintu Allah agar Dia ridha kepada kita sehingga kita bisa mengubah hidup ke arah yang lebih baik, dengan cara sebagai berikut.

Jurus Ampuh Bangkit Dengan Mengetuk Pintu Langit


  1. Introspeksi dan shalat taubat
Jika kita tidak tahu kesalahan kita, maka kita akan selalu berpegang pada pijakan yang rapuh. Instrospeksilah untuk mengetahui dimana letak kesalahan kita, akui kesalahan itu dan perbaiki. Bertaubatlah dengan mengerjakan shalat taubat dan tidak mengulangi kesalahan kita.

  1. Bersedekah
Sedekah memiliki banyak manfaat. Sedekah memudahkan rejeki, mengundang pertolongan Allah dan menolak bala. Penulis mengungkapkan tips bersedekah yang baik yang ia dapatkan dari para mentornya sebagai berikut.

“Sedekah yang ikhlas setiap hari dalam jumlah kecil lebih baik daripada sedekah sesekali dalam jumlah besar. Lakukan di awal hari setiap hari (setelah Subuh) tanpa terputus. Lakukan semampunya..”  (halaman 13).


  1. Perbaiki shalat 5 waktu
Shalat tepat waktu membuat hati kita tenang dan disiplin akan waktu. Jika kita memprioritaskan Allah, maka Allah pun akan menomorsatukan kita. Allah SWT juga menjanjikan surga, gugurnya dosa, dan berbagai kemuliaan lain untuk orang yang shalat tepat waktu.

  1. Rutin shalat sunnah Dhuha dan Tahajjud

Shalat Dhuha dilakukan pada waktu pagi dimana manusia sibuk dengan urusan dunianya. Orang yang shalat Dhuha akan diberikan kelebihan oleh Allah SWT, salah satunya adalah didekatkannya rejekinya.


Rasulullah SAW bersabda, “Wahai anak adam, jangansekali-kali engkau malas melakukan shalat empat rakaat pada pagi hari, yaitu salat Dhuha. Niscaya nanti akan Kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya.” (HR Alhakim dan At Tabrani)


Sedangkan shalat Tahajud dilakukan saat malam hari sebelum tidur atau di sepertiga malam menjelang Subuh saat manusia masih terlelap dalam tidurnya. Shalat Tahajud adalah shalat yang utama setelah shalat wajib. Allah SWT akan mengabulkan doa orang yang berdoa di sepertiga malam saat shalat Tahajjud.

  1. Meninggalkan riba
Riba dari segi bahasa adalah tambahan, atau lebih jelasnya memberikan tambahan atas sesuatu yang diutangkan dengan akad yang tidak jelas. Sesuatu yang dimulai dengan akad yang tidak jelas dan merugikan salah satu pihak tidak diperbolehkan dalam Islam. Allah SWT melarang riba. Pelaku riba hidupnya tidak tenang karena banyak hutang.

Jika sudah terlanjur berhubungan dengan riba, bertaubatlah. Lalu bertekadlah tidak akan menambah utang riba lagi, misalnya dengan segera menyelesaikan hutang KPR. Istiqomahlah menjauhi riba dan yakin bahwa harta halal akan membawa keberkahan.

  1. Perbanyak doa di waktu khusus

Kadang kita berfikir Allah SWT tidak mengabulkan doa kita. Padahal, ketika doa kita tidak kunjung terkabul mungkin Allah SWT tengah menundanya atau mengganti dengan yang lebih baik. Karena apa yang menurut kita baik, belum tentu menurut Allah SWT baik juga. Sebaliknya, jika menurut kita buruk, belum tentu menurut Allah SWT buruk juga. Jadi, teruslah berdoa dan ikhlas menjalani segala hasilnya.


“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya dia aka mengadakan baginya jalan keluar dan memebrinya rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang berserah diri kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah akan melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu” (QS Ath-Thalaq : 2-3)


Adapun doa-doa yang mustajab adalah doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa diketahui olehnya, doa orang yang teraniaya, doa orangtua pada anaknya, doa seorang musafir, dan doa orang yang berpuasa ketika berbuka.

  1. Pasrah akan takdir Allah dan ikhlas menjalaninya

Dalam bab ini, penulis mengungkapkan pengalamannya ketika mengalami keterpurukan. Beliau berusaha pasrah dan ikhlas menjalani ujian dalam hidupnya dengan cara meningkatkan cinta dan rasa percaya pada Allah SWT lewat peningkatan ibadah pada-Nya. Beliau memperbanyak rasa syukur dan belajar memaknai rasa kecewa. Beliau juga berusaha tidak mempertanyakan apa yang sudah diterima dalam hidup ini, sebaliknya beliau berusaha banyak memberi untuk kehidupan.

  1. Sabar dan shalat sebagai pegangan

Sabar itu tidak ada batasnya karena semakin bersabar maka semakin besar pahala yang didapat. Ketika ada permasalahan, Allah SWT menyuruh manusia untuk bersabar dan melakukan shalat.


“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS Albaqarah ayat 45-46)


Agar lebih bersabar, penulis memberikan tips untuk selalu berfikir positif, lebih rileks, hindari hal-hal yang membuat bosan karena rasa bosan membuat bad mood, jangan menjadi orang yang reaktif melainkan jadilah orang yang proaktif, harus bisa memilah mana yang penting dan tidak, tirulah mereka yang sabar, serta perbanyak membaca Alquran dan berdzikir pada Allah SWT.

Itulah 8 kunci mengetuk pintu langit yang diungkapkan oleh Citra Wulandini. Beliau adalah seorang ibu rumah tangga yang berbisnis dari rumah. Keterpurukannya dalam hidup dan usahanya untuk bangkit, menginspirasinya untuk menulis buku ini agar pembaca yang pernah di posisinya bisa juga mencoba menerapkan apa yang dilakukannya untuk bangkit, dengan mengetuk pintu langit-Nya. Buku ini juga  dilengkapi dengan cerita tentang pengalaman orang-orang yang berhasil melewati keterpurukan, sehingga pembaca memiliki role model yang nyata dalam usaha untuk bangkit setelah terpuruk.

Jika anda mencari hal yang bisa memotivasi hidup, buku ini saya rekomendasikan untuk anda baca.

Jurus Ampuh Bangkit Dengan Mengetuk Pintu Langit


Giveaway Buku “Jurus Ampuh Bangkit Dengan Mengetuk Pintu Langit”

Untuk anda pembaca blog ini yang ingin membaca buku “Jurus Ampuh Bangkit Dengan Mengetuk Pintu Langit”, ada satu buah buku GRATIS nih dari penulisnya. Tapi, jangan lupa penuhi syarat dan ketentuannya sebagai berikut ya.

  1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia
  2. Ceritakan pengalaman anda ketika terpuruk dan berusaha bangkit di kolom komentar dengan format:
Nama:
Domisili:
Email:
Cerita saya:

  1. Giveaway berlangsung dari tanggal 30 April – 4 Mei 2018
  2. Pengumuman pemenang pada 7 Mei 2018 (inshaallah)

Selain di blog ini, anda juga bisa mengikuti blogtour buku “Jurus Ampuh Bangkit Dengan Mengetuk Pintu Langit” di blog buku lainnya seperti yang terlihat di banner. Ikutan Giveaway nya ya, siapa tahu anda yang beruntung mendapatkan buku inspiratif ini!


Comments

  1. Ade Delina Putri
    Surabaya
    adedelinap@gmail.com

    Aku pernah terpuruk banget ketika zaman pacaran dulu. Rasanya nyesel nggak karu-karuan karena udah pacaran. Nyesel kenapa harus terjerembab ke dalam maksiat satu itu. Untunglah Allah nemuin aku sama satu fanpage islami yang full ngebahas pandangan pacaran dalam islam. Mungkin disitu Allah ingin aku sadar. Akhirnya perlahan-lahan aku berdoa sama Allah minta dikuatin. Pertama aku putusin pacar aku. Aku menenggelamkan diri di kegiatan-kegiatan positif. Sampai kemudian Allah pertemukan aku dg suamiku sekarang. Alhamdulillah masa-masa kelam itu terlewati semua. Mungkin kalau dulu aku ga nangkap hidayah yg Allah kasih, bisa jadi aku belum nikah sampai sekarang :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah ..makasih sudah berpartisipasi mba

      Delete
  2. Isi di dalam buku ini banyak hal yang bermanfaat dan sebenarnya mudah dipraktekkan ya, Mbak. Yang sulit memang istiqomahnya

    ReplyDelete
  3. Wahh bukunya menarik nih. Jadi pingin punya dan ikutan giveawaynya deh

    Nama: Endah Kurnia Wirawati
    Domisili: Pati, Jawa Tengah
    Email: endahkurniawira@gmail.com

    Cerita saya:
    Sebenarnya sih ada beberapa. tapi yang paling terakhir terjadi pada Juni 2015, hasil medical check up saya ternyata punya genetik lupus, meski belum/tidak aktif. pertama kali liat hasil test labnya sampai nangis berjam-jam sampai mata bengkak dan selama beberapa minggu hidup rasanya hampa banget. ke kantor untuk kerja ataupun nongkrong bareng temanpun berasa tidak ada gunanya.

    Sampai saya mengingat kembali beberapa ucapan guru mengaji saya dulu.
    "Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hamba-Nya melebihi batas kemampuannya". Itu artinya cobaan ini pasti masih dalam batas kemampuan saya. Semangat!
    "Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya".
    Itu artinya jika nantinya saya sakit, Allah sedang berusaha mengurangi dosa-dosa saya di dunia sebelum kembali kepada-Nya.
    Lalu saya pun berusaha memperbaiki jadwal sholat yang masih berantakan. Alhamdulillah sekarang jauh lebih tenang dan santai menghadapinya.

    Lagipula mikirnya kan setiap orang juga bakal meninggal kok, cuma cara dan waktunya aja yang tidak kita ketahui. Yoweslah. Hidup dengan sebaik2nya sajalah. Mudah2an jika nanti pergi bisa meninggalkan kenangan yang baik buat orang2 yang mengenal saya. Amin!

    ReplyDelete
  4. Ajay Burdah
    Cianjur
    musnadyburdah1993@gmail.com
    Ketika Beasiswa S1 harus ditinggalkan Demi Guru Dan Orang Tua
    Assalamualaikum Wr. Wb
    Awal Tahun 2012,
    waktu itu ada sebuah link terposting di beranda facebook saya bawa bocoran beasiswa dari sebuah universitas swastwa di Bandar Lampung, disingkat namanya adalah UBL, lalu aku buka linknya itu,, lalu muncullah laman webnya. dan memang benar ada lowongan beasiswa dan kebetulan waktu ada salah satu jurusan yang saya inginkan yaitu Teknik Informatika, lalu saya download formulirnya, setelah itu didownload lalu saya cetak formulir tersebut, lalu saya lampirkan dengan dokumen pendukung, yakni sertifikat-sertifikat kegiatan, fotokopi raport dari semester 1 sampai 5, fotokopy kk, fotocopy keterangan tidak mampu dari kepala desa, dll
    setelah terkumpul lalu aku kirim via pos, setelah 2 minggu lalu, saya cek diakun email saya, ternyata ada email masuk dan ternyata itu balasan dari Universitas yang saya kirimi formulir pendaftaran itu,, dan akhirnya saya lulus diterima di Universitas tersebut dengan jurusan teknik informatika dengan kontrak beasiswa selama 4 tahun,,,kampus tersebut memberi saya 75% beasiswa, sisanya saya harus mencari sendiri, lalu berita baik ini saya laporkan kepada orang tua, da ternyata orang tua malah menangis dan bahagia, tetapi karena saya anak bungsu dan dan kakak saya hanya 1. otomatis orang tua tidak memberikan izin dengan banyaknya pertimbangan,,saya waktu itu otomatis marah, frustasi, sedih, dan bisa dikatakan 3 minggu setelah penolakan ini, saya hampir" tidak semangat apalagi sudah mau memasuki semester 6, dimana akan ada ujian praktik, UN,. lalu saya mencari jawaban langsung kepada Alloh SWT melalui sholat istikhoroh tentunya dengan bimbingan guru agama, dan kyai saya dipondok.
    menjelang 3 hari sebelum UN, saya terkena berita duka, nenek tercinta wafat, tepatnya malam jum'at dimana besoknya itu akan diadakan istigotsah terakhir kelas 3 SMA saya, otomatis saya tidak hadir kesekolah, saya sangat terpukul dan bingung, tapi saya terus koordinasi dan konsultasi dengan oran tua da kyai saya, alhamdulillah saya sudah keluar dari masa masa sulit,,, menjelang pengumuman kelulusan, sebenarnya saya sudah ditelpon terus menerus oleh pihak UBL tentang keputusan saya akankan diterima atau tidak,, akhirnya saya langsung memberikan keputusan menolaknya.. setelah kelulusan saya bingung, dan akhirnya saya ikut SNMPTN di Sukabumi, dan ternyata saya gagal, otomatis beastudi Etos saya batal, lalu setelah itu saya ikutan SMUP Unpad, saya gagal, lalu saya ikut tes masuk Universitas Negri Semarang (Unnes) saya gagal lagi, setelah itu saya sangat frustasi, beasiswa UBL ditolak, SNMPTN Gagal, SMUP Unpad Gagal dan tes masuk Unnes juga gagal..akhirnya saya banting setir melamar kerja,,setelah itu saya melamar kerja kebeberapa tempat yakni,, pabrik onderdir motor, pabrik sepatu, pabrik baterai, dan lain lain,,ternyata saya gagal lagi,,,otomatis ini membuat saya jatuh lebih jauh lagi, barulah saat itu saya jatuh sakit, saya terkena penyakit cacar air dan harus dirawat dirumah selama 3 bulan,,, orang tuaku selalu menangis melihat nasibku saat itu, karena beasiswa gagal, kuliah gagal, kerja juga gaga, nah sekarang saya jatuh sakit,,,

    setelah akhirnya sembuh saya memutuskan untuk meminta jawaban terbaik dari Alloh SWT, melalui beberapa mimpi memberikan jawaban bahwa, saya harus aktif dipondok dan dimimpi itu ternyata ada kyai saya,,
    lalu saya ingat,,ternyata selama kegagalan ini ternyata saya kurang meminta doa kepada guru saya,,lalu saya tersadar,,, ini ternyata dosa saya ,,,

    wassalamualaikum wr. wb

    ReplyDelete
  5. Buku yang bergizi, mengisi kekosongan hati dengan selalu beribadah, sabar dan tawakal

    ReplyDelete
  6. Menarik bukunya mbak, poin terakhir bener banget, jadikan sbar dan sholat sebagai penolong dan itu sangat terasa

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Blogtour dan Giveaway] Departemen Hati

Polisi Sahabatku

Cerita-cerita Tentang Cinta Lingkungan