Review Novel Biografi: Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan

Judul: Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan
Penulis: Tasaro GK
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: xxviii + 640 halaman
ISBN: 978-602-291-050-3

Kashva adalah seorang pengamat bintang yang tinggal di Kuil Gunung Sistan, Persia. Zardust, sang nabi Persia, meramalkan, jika seorang juru selamat dilahirkan di langit malam akan bersinar bintang dengan kecemerlangan yang tidak sebanding. Maka, selama berabad-abad ahli pengamatan Bintang dari Persia termasuk Kashva, berusaha mengetahui berita dari langit dengan melakukan pengamatan bintang. Menurut mereka, tingkah laku benda-benda bersinar di langit merefleksikan apa yang akan terjadi di bumi.

Selain mengamati bintang, Kashva juga berkorespondensi dengan: El, penunggu perpustakaan biara Busra di Suriah, seorang pemikir di India, seorang lama Biara di Lereng Gunung Anyameqen Tibet, dan seorang penjaga sinagog di Mesir. Lima agama membincangkan tentang juru selamat yang akan dibangkitkan menurut versi mereka sendiri.

Juru selamat yang mereka bicarakan telah mencuri hati Kashva. Kashva memutuskan untuk pergi meninggalkan Khosrou, sang Penguasa Persia tempatnya mengabdikan hidup demi menemukan lelaki itu: Muhammad. Ditemani Masha, Kashva pergi untuk menemukan jawaban tentang sosok Al Amin yang kelahirannya akan membawa rahmat bagi semesta alam, pembela kaum papa, penguasa yang adil kepada rakyatnya.

Kehidupan Kashva setelah itu berubah pencarian yang tiada henti terhadap sosok yang dijanjikan. Sosok itu adalah seorang pangeran kedamaian yang dijanjikan oleh semua kitab suci. Hasrat dalam diri Kashva tak terbendung lagi. Keinginannya untuk bisa bertemu dengan Muhammad demikian besar hingga tak ada sesuatu pun yang membuatnya jerih. Bahkan, maut yang mengintai dari ujung pedang tentara Khosrou yang mengikutinya kemanapun ia pergi, tak juga menyurutkan kerinduannya bertemu Muhammad. Kisah pencarian Kashva dalam novel ini akan membawa kita menelusuri Jazirah Arab, India, Borrus, hingga Tibet.

***

Buku karya Tasaro GK in merupakan buku biografi Nabi Muhammad SAW yang dipadukan dengan sosok fiksi bernama Kashva. Bagi pecinta buku, tentu sudah tidak asing dengan istilah novel biografi yaitu novel fiksi yang dipadukan dengan sejarah dari sosok inspiratif dunia yang menceritakan kisah perjalanan sosok tersebut dalam kehidupannya. Sejarah yang diceritakan di dalam buku ini tentu saja nyata, hanya saja digambarkan sedemikian rupa sehingga lebih bisa semakin menarik perhatian pembaca.

Novel ini bercerita tentang perjalanan seorang pengamat Bintang kepercayaan Khosrou bernama Kashva dalam mencari sosok Nabi Muhammad SAW. Terdiri dari 68 bab, cerita dalam novel ini berselang-seling antara perjalanan Kashva mencari sosok Muhammad SAW dan cerita sejarah Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada Masa 500 sampai 600an Masehi.

Dengan tebal 640 halaman lebih , perlu beberapa waktu bagi saya untuk menyelesaikan novel ini dan memahami urutan peristiwa sejarah yang terjadi. Namun hal ini bukan jadi masalah yang besar karena sebagai ummat Islam kita pasti sering mendengar kisah-kisah sejarah Nabi Muhammad SAW sejak kecil yang kita dapatkan ketika kita belajar ngaji di masjid atau Taman Pendidikan Alquran dekat rumah. Bedanya, dalam novel ini kisah-kisah Nabi Muhammad SAW diceritakan dengan lebih imajinatif.

Novel ini merupakan reminder bagi saya  sebagai ummat Islam tentang sejarah Nabi Muhammad dan teladan beliau yang bisa Kita ambil dalam kehidupan. Serta, ternyata ada saja kisah Beliau yang baru saya dengar sehingga saya mendapat pengetahuan baru. Berikut ini adalah beberapa fakta sejarah Nabi Muhammad SAW yang menarik yang saya garisbawahi dari novel ini.

Review Novel Biografi: Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan


1. Kedatangan Nabi Muhammad SAW sudah banyak diramalkan oleh berbagai kitab suci.

Dalam ajaran Zardust dijanjikan akan kedatangan Astvat-ereta yang akan meruntuhkan berhala dan membersihkan pengikut Zardust dari kesalahan. Dalam ajaran Budha di Tibet dijanjikan akan kelahiran sosok Maitreya yang memiliki tubuh semurni emas yang terang benderang dan akan menghancurkan kesalahan dan ketidaktahuan yang ada selama berabad-abad. 

Dalam ajaran Kristiani dikatakan bahwa dunia akan dikuasai para penindas hingga kedatangan seorang Bar Nasha yang diberikan kekuasaan dan kemuliakan oleh Tuhan. Dan dalam kitab agama Hindu di India, kitab Bhavis-sya Puran karya Maharisi Vyasa –kitab yang memuat gambaran peristiwa yang akan datang- dijanjikan akan kedatangan Malechha Dharma yang bijak dan pemberani.

2. Tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad 

Allah SWT memberikan beberapa tanda yang menyatakan Muhammad SAW adalah seorang Nabi. Pada tahun 582 Masehi, Abu Thalib membawa Muhammad berdagang dan mereka singgah di Suriah. Disinilah mereka bertemu seorang pendeta dari Biara Busra bernama Bahira. Bahira langsung tahu bahwa anak yang dibawa Abu Thalib itu istimewa. 

Dan benar, setelah Bahira menyingkap jubah Muhammad untuk melihat tanda kenabian di dua bahu Muhammad, Bahira langsung terlonjak karena rasa yang luar biasa. Bahira langsung menyuruh Abu Thalib membawa pulang Muhammad ke Mekkah agar selamat dari orang-orang yang tidak suka akan kedatangan pembawa kebenaran. Bahira berbisik di telinga Abu Thalib:


“Anak ini adalah pemimpin dunia. Dia utusan Tuhan Semesta Alam. Saat kalian datang, pohon dan batu menunduk sujud. Kedua-duanya tidak sujud selain kepada seorang nabi. Dan, saya juga mengenali tanda kenabian dari nubuat yang ada di pundaknya.” (halaman 5)

3. Muhammad SAW berdakwah dengan santun

Mengajak orang lain ke dalam rumah kita, etikanya kita mengajaknya dengan santun dan memberikan prolog yang pas agar orang lain tertarik. Begitulah yang dilakukan Rasulullah Muhammad SAW untuk menyampaikan kabar gembira kepada berbagai bangsa. Beliau menawarkan sebuah konsep hidup yang mengubah total kehidupan penuh kebodohan menuju tata keseharian yang bermartabat, dengan cara mengirimkan surat ajakan ke berbagai bangsa. Diantaranya kepada An Najasyi penguasa Abyssinia, Heraklius sang Kaisar Romawi, Al Muqauqis sang penguasa Mesir, dan lain-lain. Bahkan sosok penguasa seperti Heraklius pun memuliakan Muhammad SAW yang kedatangannya sudah diramalkan dengan kekuasaan yang luas.


Abu Sufyan tak sanggup berlama-lama menatap sang raja. Dia menunduk, menatap ujung kakinya sendiri. Suara Heraklisu menyusupi telinganya. “Aku menanyakan kepadamu apa yang dia perintahkan kepada kalian? Engkau berkata bahwa dia memerintahkan untuk beribadah kepada Allah semata dan melarang kalian untuk melakukan perbuatan menyekutukan Tuhan. Dia pun mengajak kalian untuk melaksanakan ibadah shalat, bersikap jujur, bersikap penuh kehormatan, dan menyambung silaturahim.”

 Sepi seperti tadi. Semua orang di ruangan itu sibuk dengan dirinya sendiri. Heraklius mendekati Abu Sufyan dengan langkah yang tak bergegas, “ JIka yang engkau terangkan itu betul, niscaya dia akan memerintah sampai ke tempat kedua telapak kakiku ini berpijak.”

Abu Sufyan benar-benar merasa kehilangan bobot tubuhnya. Kata-kata Heraklius terdengar berlebihan. Namun, ketika yang mengatakan adalah raja seagung dia, hal ini sungguh merupakan gamparan yang menggeret Abu Sufyan pada ketidakberdayaan.

“Sesungguhnya, aku telah tahu bahwa ia akan lahir.”  Lanjut Heraklius. “Tetapi, aku tidak mengira bahwa dia akan lahir diantara kalian. Sekiranya aku yakin akan dapat bertemu dengannya.” Getar pada kata-kata sang raja kian terasa, “walaupun dengna susah payah..aku akan berusaha datang menemuinya.” Binar yang asing pada matanya. “Kalau aku telah berada di dekatnya, aku akan membasuk kedua telapak kakinya.”

(halaman 544-545)

4. Muhammad SAW adalah pemimpin yang bijak, cerdas, sabar, dan penuh strategi

Pada tahun tersebut, perang tidak bisa dihindari karena orang Quraisy memilih memerangi Muhammad SAW dan kaumnya dibanding berdamai. Seorang pemuda bernama Salman mengusulkan metode yang tak lazim dengan menggali parit raksasa untuk melindungi Kota Madinah. Muhammad SAW menganalisa ide pemuda tersebut. Madinah sebenarnya diuntungkan secara geografis karena posisinya yang dikelilingi jurang dan bebatuan di tiga sisi. Peluang menyerang Madinah ada di satu sisi yaitu sisi utara, maka Muhammad SAW menyuruh pasukannya untuk melaksanakan ide Salman untuk menggali parit di sisi utara. 

Ini adalah satu contoh sisi Muhammad SAW yang bijak memperhitungkan usulan orang lain, dan cerdas dalam menganalisa situasi. Muhammad SAW juga bijak dalam menghadapi perdebatan diantara kaumnya. Dikisahkan dalam novel ini sedang terjadi perdebatan antara kaum Muhajirin dan Anshar yang memperebutkan Salman. Perdebatan itu berhenti seketika ketika Muhammad SAW mengatakan bahwa Salman adalah ahlul bait beliau. Dua-duanya menang, Salman milik semua (halaman 199).

Muhammad SAW cerdas membaca tanda-tanda kemenangan dari Allah SWT dan sabar menghadapi musuh. Saat mengadakan perjanjian Hudaibiyah dengan utusan dari Quraisy, utusan Quraisy menolak menuliskan Bismillaahirrahmaaanirrahim dan Rasulullah pada surat perjanjian, karena itu berarti kaum Quraisy mengakui Muhammad SAW sebagai nabi. Maka beliau Muhammad SAW menyuruh Ali RA mengganti bismillaahirrahmaanirrahim dengan bismika allhumma dan Rasulullah dengan Putra Abdullah. Hal ini beliau lakukan untuk mengambil jalan tengah dalam perjanjian tersebut sehingga Quraisy mau menjalani gencatan senjata dan umat Islam bisa beribadah ke Baitullah.


“Tidakkah orang-orang ini menyadari betapa geniusnya Rasulullah? Beliau membaca tanda-tanda dan menilai setiap peristiwa.”

“Kita tidak paham kedalaman keyakinan akan keadilan Allah yang dimiliki Rasulullah….”

“Ketika Qaswa –unta Rasulullah- berhenti di Hudaibiyah,s edangkan beliau yakin untanya bukan tunggangan yang malas, aku yakin beliau sudah membaca pertanda bahwa kita tidak bisa mengunjungi Ka’bah tahun ini. Begitu juga dengan negosiasi beruntun yang tak kunjung mendapatkan hasil. Itu pertanda bahwa urusan kita dengan orang Mekah butuh kesabaran yang lebih.”

“Aku jadi berfikir, baiat terhadap beliau pun menjadi berubah arah. Dari sumpah setia untuk menyatukan kekuatan fisik jika orang-orang Quraisy menyerang dan kita terpaksa berperang, menjadi sumpah setia yang menuntut kita untuk menerima perjanjian damai dengan lapang dada.”

(halaman 459)

Beliau Muhammad SAW sesungguhnya lebih mencintai kedamaian dibandingkan berperang. Dalam novel ini dikisahkan pada akhirnya Quraisy juga lah yang menghianati perjanjian. Namun Allah SWT menunaikan janjinya untuk memenangkan ummat Islam. Diantaranya dengan memberi hidayah kepada orang–orang yang dahulu memerangi Islam seperti Abu Sufyan, Khalid Bin Walid, dan sebagainya.

Dari kisah perjalanan Muhammad SAW di novel ini, saya mengambil satu hikmah bahwa Islam sesungguhnya tidak mengajarkan memerangi orang lain. Islam mengajak untuk tidak menyekutukan Allah SWT dan melakukan berbagai kebaikan di dunia untuk bekal di akhirat kelak. Jika tidak mau, tidak usah dipaksa dan mari menjalankan kehidupan agama masing-masing tanpa saling mengganggu.

Novel ini sebenarnya merupakan bagian pertama dari trilogy novel biografi MUHAMMAD. Buku novel keduanya berjudul MUHAMMAD Sang Pengeja Hujan, dan yang ketiga berjudul MUHAMMAD Sang Pewaris Hujan. Hal ini membuat saya semakin penasaran dengan buku novel selanjutnya, apakah Kashva berhasil menemui sosok impian yang dicarinya? 

Oh ya, saya mendapatkan buku novel biografi MUHAMMAD Sang Penggenggam Hujan dari kertasbuku.com yang merupakan sebuah komunitas pecinta buku dimana selain mengadakan berbagai event literasi, juga menjual berbagai buku berkualitas yang kita butuhkan. Jika anda ingin membeli novel ini atau buku-buku lainnya, bisa menghubungi kertasbuku.com.

Comments

  1. makasih reviewnya, belum baca nih

    ReplyDelete
  2. Terima kasih Bu Kania yang sudah mau menerima novel ini dan membuat review Novel Biografi: Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan. Reviewnya sangat jelas dan bahasanya nyaman untuk dibaca. Semoga review ini bermanfaat untuk pembaca blog ini. Semangat Membaca...

    ReplyDelete
  3. Buku dengan genre Historical Fiction gini memang cukup menyenangkan karena kita bisa seperti menggali detil pada setiap fragmen ceritanya ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Blogtour dan Giveaway] Departemen Hati

Cerita-cerita Tentang Cinta Lingkungan

Polisi Sahabatku