Menggali Inspirasi Kreatif dari Para Maestro Dalam Berkarya

Judul: Passion Stories
Penulis: Qalbinur Nawawi
Penerbit: Metagraf
Tahun: 2017
Tebal: 158 halaman
ISBN: 978 602 6328 28 1

Sudahkah kamu mengenal diri sendiri? Sudahkah kamu mengetahui kelebihanmu dibanding orang lain?

Mengenal konsep diri adalah pondasi sukses dalam berkarir. Bagian penting dari mengenal konsep diri adalah mengetahui apa passion kamu.

Tapi masalahnya saat seseorang menekuni passion-nya lalu mendapat cobaan, banyak yang kemudian memutuskan berhenti. Lantas dia akan berkarir di bidang yang tidak ia suka atas nama tuntutan hidup. Oleh karena itulah buku ini hadir untuk memberikan pencerahan bagi mereka yang tengah meraih cita-cita dan mendongkrak semangat yang mungkin sedang turun.

Buku ini memuat kisah 10 orang maestro yang sukses menekuni passion-nya di bidang masing-masing. Yang unik, ada berbagai quote istimewa untuk pembaca yang bisa menambah semangat. Quote tersebut ditampilkan dalam halaman tersendiri berwarna hijau muda yang adem dan kontras dengan halaman lainnya yang berwarna putih, sehingga pembaca bisa langsung melihat dan mencerna quote tersebut.

Passion Stories karya Qalbinur Nawawi


Diantara bidang berikut ini, manakah yang merupakan passion kamu?

1. Entrepreneur

Hendy Sutiono adalah pemilik Kebab Turki Baba Rafi  Awalnya, Hendy mengunjungi orangtua yang bekerja di Qatar dan tak sengaja mencoba makanan bernama kebab. Karena sangat menyukai rasanya, Hendy yang saat itu masih berstatus mahasiswa semester 4 mulai membuka usaha kebab.

Karena usianya yang masih muda, ia sempat kurang dipercaya oleh pegawai dan saudaranya sendiri. Tapi kondisi penuh tekanan itu menempanya, sehingga Hendy belajar menyikapi situasi di luar kontrol tersebut dan berusaha melakukan yang lebih baik lagi. Karena Hendy menjalani bisnisnya dengan  hati dan passion, maka ketika ada masalah jadi tidak gampang menyerah. Hendy kini berhasil membuka 12.000 outlet kebab Baba Rafi dan sukses menaklukan pasar internasional.

"Follow your heart, believe in your dreams, and live your values" (halaman 8).

2. Musik

Saat kelas 3 SMP, Dewa Budjana memutuskan ingin menjadi musisi. Gitar pertamanya didapatkan secara mencicil sebesar 500 ribu rupiah, 50 ribu dibayarnya ketika ada uang dan sisanya 450 ribu dibayar 5 tahun kemudian saat Dewa -panggilan akrabnya- sudah pindah ke Jakarta dan mendapat uang dari main musik.

Main musik di kafe adalah agenda rutin Dewa. Hingga suatu saat ia diminta mengisi rekaman album solo beberapa penyanyi. Dewa kemudian bergabung dengan Spirit Band dan mengeluarkan dua album. Barulah pada tahun 1994, ia membuat Band Gigi dan bertahan sampai sekarang. Album Dewa bersama Band Gigi sudah lebih dari 20 album. Sementara album solo instrumennya sudah mencapai 12 album dan sangat laku di pasaran.

"Passion adalah potensi atau bakat yang ada pada setiap orang. Saya percaya bahwa setiap orang diberikan bakat oleh Tuhan dan tugas kita adalah mencari dan mengasahnya." (Dewa Budjana, halaman 43)

3. Fotografi

Arbain Rambey senang mengumpulkan foto dan memotret sejak kecil. Lalu saat kelas 1 SMP, ia diijinkan ikut ekstrakurikuler memotret yang sebenarnya hanya untuk kelas 3. Konsekuensi sebagai junior, ia selalu disuruh mencuci dan mencetak foto setiap kali selesai memotret. Arbain memanfaatkan kesempatan itu untuk sekalian mencetak klise-klise yang dikumpulkannya di rumah.

Sebagai lulusan Teknik Sipil ITB, keluarga Arbain sempat kecewa saat ia memutuskan jadi wartawan. Awalnya, Arbain masuk koran Kompas sebagai wartawan tulis di rubrik olahraga. Lima tahun kemudian, ia dipercaya menjadi redaktur foto.

Di buku ini, Arbain Rambey berbagi tips fotograpi dan pengalaman menarik selama bergelut dengan passion-nya. Salah satu pengalaman menariknya adalah saat meliput kejuaraan Tenis di Colombo, Srilanka, tahun 1993. Saat itu bom meledak dimana-mana sehingga menimbulkan banyak korban, termasuk salah satu korbannya adalah Presiden Srilanka. Presiden Suharto saat itu mengirimkan perwakilan dari Indonesia untuk menghadiri pemakaman Presiden Srilanka. Arbain Rambey adalah wartawan yang berkesempatan meliput dan memotret semua kepala negara se-Asia Selatan. Benar-benar priceless moment bagi Arbain Rambey!

Ini dia quote menarik dari tulisan tentang Arbain Rambey yang bisa memotivasi kita dalam menjalani apa yang menjadi passion kita.

"Don't let anyone tell you that you can't do it, because you can" (halaman 64).

Passion Stories karya Qalbinur Nawawi

4. Olahraga

Saat kecil, Umar Syarif hobi berkelahi. Abah (ayah)nya ingin kebiasaan itu beralih ke hal yang positif, maka dimasukkanlah ia ke tempat pelatihan karate.

Di dunia karate, nama Umar Syarif adalah legenda. Diiringi perjalanan yang berliku, dia mampu menjuarai kejuaraan nasional dari tahun 1997-2016, langganan medali emas SEA Games dari tahun 2001-2015, juara Asia, dua kali juara Asian Games  dan juara Eropa di Mastercup. Bahkan pada tahun 2013, MURI mencatatnya sebagai atlet karateka terlama di Indonesia.

Berikut saya kutip catatan menarik dari Umar Syarif untuk memacu kamu yang memiliki passion di bidang olahraga.

"You againts you, itu yang saya pegang. Kita harus kuat melawan diri kita sendiri. Bila menjadi atlet tidak 100 persen memasang target tinggi dan tidak total, bakal menyesal dan menderita. Karena rentang waktu yang kita miliki sebagai atlet tidak panjang. Jadi saat kamu memutuskan jadi atlet, berarti harus siap 100% berkomitmen dan berkorban" (halaman 99).

5. Menulis

Menulis dan bermusik adalah hobi Dewi Lestari -Dee- sejak kecil. Dee menjalani keduanya dari perspektif passion, oleh karena itu ia jadi memiliki karir sebagai penyanyi dan penulis.

Debut penulisnya dimulai pada akhir tahun 1999, dimana ia mengalami semacam pencerahan dalam aspek eksistensial dan spiritual. Dee ingin sekali berbagi pemikiran, akhirnya tahun 2000 ia mulai menulis Supernova 1. Dee mengawali buku pertamanya dengan menerbitkan sendiri. Setelahnya, barulah penerbit yang mengajak kerjasama.

Saat ini Dee sudah menghasilkan 7 buku novel dan 3 kumpulan cerpen. Sebagian bukunya diangkat ke layar lebar, seperti Perahu Kertas, Madre, Rectoverso, dan Filosopi Kopi. Berikut ini adalah catatan inspiratif Dee untuk penulis pemula.

"Pengalaman pribadi adalah sumber yang paling mudah untuk kita tulis karena kita punya kedekatan dan pengetahuan personal. Para penulis pemula sebaiknya memulai dari sana, bukan karena yang paling ideal, melainkan karena paling mudah. Bagi saya, yang pertama adalah jam terbang dulu. Menulis itu membutuhkan latihan tak terhingga. Tidak usah berfikir menerbitkan buku dulu, sering-sering saja menulis cerita walau cuma dibaca sendiri atau oleh orang-orang terdekat" (halaman 135).

Itulah 5 dari 10 sosok inspiratif dari buku ini. Kamu harus membaca seluruhnya agar bisa terpacu juga dengan semangat sosok inspiratif lainnya di buku ini, yaitu Sandiago Uno, Rini Wulandary, Dion Wiyoko, Taufik Hidayat, dan Whulandary Herman.

Buku ini disusun dalam bentuk tanya jawab. Hal itu mungkin dikarenakan latar belakang penulisnya sebagai wartawan yang kerap mengajukan pertanyaan pada narasumber. Atau, mungkin penulisnya ingin menegaskan bahwa kisah dalam buku ini diambil dari narasumbernya langsung. Apapun itu, isinya menarik dan bahasanya mudah dicerna. Makanya saya sendiri tak butuh waktu lama membaca buku ini. Oh ya, beberapa foto hitam putih yang menggambarkan tokoh dalam buku ini atau karyanya, juga turut melengkapi isi buku.

Cover buku menggambarkan ilustrasi para sosok inspiratif dalam bentuk animasi lego. Rasanya, para remaja pun akan tertarik membaca buku ini jika melihat covernya. Anak saya yang berusia 10 tahun pun ikut antusias ingin membaca saat melihat cover buku ini. Aman sih buat anak, tapi banyak istilah yang harus dijelaskan orangtua tentunya.

Dimana kita bisa mendapatkan buku ini? Bisa langsung ke penerbit Metagraf melalui kontak berikut ini.


Atau mau menghubungi penulisnya langsung juga mungkin bisa. Ini alamat media sosialnya.

Email: nawawi.qalbinur@gmail.com
Facebook: Qalbinur Nawawi
Twitter : @qalbinur
Instagram: @qalbinurnawawi

Selamat membaca. Semoga kamu sudah menemukan passion kamu dan menjalaninya dengan bahagia dan sukses!

Comments

  1. Kadang orang yang tidak percaya dengan passion kita memang orang-orang yang paling dekat dengan kita. Sepertinya buku ini akan memberi pencerahan kepada banyak orang. Hidup passion! :P

    ReplyDelete
  2. makasih reviewnya, buku yang bisa buat kita belajar dari pengalaman org lain ya

    ReplyDelete
  3. Buku ini seperti menampar saya, mb. Saya baru menemukan passion saya di usia 36 tahun setahun lalu. Semenjak itu hidup saya berubah. Lebih berwarna dengan menulis sebagai passion saya

    ReplyDelete
  4. Keren mba saya juga sepertinya menemukan Passion saya yaitu menjadi seorang Entrepreneur Alhamdulillah diberikan kemudahan sama Allah untuk menemukannya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Blogtour dan Giveaway] Departemen Hati

Cerita-cerita Tentang Cinta Lingkungan

Polisi Sahabatku