Pulang

Judul: Pulang
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Republika
Tebal: iv + 400 halaman
ISBN: 978 6020 822129
Harga: Rp 69,000

Si babi hutan. Itulah julukan yang tersemat pada Bujang setelah ia berhasil menaklukan babi hutan di rimba Sumatra pada usia 15 tahun. Bujang merupakan anak angkat Tauke Muda, seorang penguasa shadow economy dari Keluarga Tong di ibukota yang memiliki banyak tukang pukul dan berbagai bisnis pencucian uang.

Tidak seperti tukang pukul lain, Tauke Muda memperlakukan Bujang dengan istimewa. Hal itu dikarenakan Samad, ayah bujang, merupakan orang kepercayaan Tauke Muda yang sudah pernah menyelamatkan keluarga Tauke dari sebuah tragedi yang menewaskan sebagian besar keluarga Tauke. Selain itu Bujang memiliki kemampuan beladiri yang diwariskan dari Samad dan otak yang pintar warisan Midah, mamaknya (baca: ibunya). Karena itu Tauke menyekolahkan Bujang tinggi-tinggi untuk masa depan Keluarga Tong yang lebih baik. Bujang juga mendapat pelatihan beladiri dari guru-guru terbaik.


Bujang bisa ada di markas besar Tauke Muda karena bapaknya pernah berjanji pada Tauke: Jika kelak Samad punya anak lelaki, ia akan menyerahkannya pada Tauke sebagai anak angkat. Walau Midah menentangnya habis-habisan, Samad harus tetap memenuhi janjinya. Midah pun hanya bisa berpesan pada Bujang sambil berderai air mata dan mencium ubun-ubun Bujang.

novel pulang tere liye

"Mamak tahu kau akan jadi apa di kota sana..mamak tahu..Tapi, tapi apapun yang akan kau lakukan disana, berjanjilah Bujang, kau tidak akan makan daging babi atau dahing anjing. Kau akan menjaga perutmu dari makanan haram dan kotor. Kau juga tidak akan menyentuh tuak dan segala minuman haram. Berjanjilah kau akan menjaga perutmu dari semua itu, Bujang. Agar...agar besok lusa , jika hitam seluruh hidupmu, hitam seluruh hatimu, kau tetap punya satu titik putih, dan semoga itu berguna. Memanggilmu PULANG." (halaman 24).

Bujang berperan penting dalam bisnis Keluarga Tong sebagai orang yang menyelesaikan masalah. Saat teknologi terkini temuan Keluarga Tong dicuri Keluarga Lin dari Makau, Bujang lah yang menyelesaikannya sendiri ke Makau dengan mengendarai helikopter pribadi Keluarga Tong. Dengan sekali melempar sebuah senjata rahasia,  Bujang berhasil melumpuhkan pimpinan Keluarga Lin dan benda milik Keluarga Tong pun akhirnya bisa kembali.

Bisnis dalam keluarga Tong makin besar. Uang haram yang dihasilkan dari bisnis mereka 'dicuci' dengan cara membangun bisnis legal sebanyaknya dan mengumpulkan karya seni seperti lukisan. Namun tak selamanya bisnis keluarga Tong berjalan mulus. Sebagai pewaris Keluarga Tong, Bujang pernah mengalami keterpurukan saat bapak dan mamaknya meninggal.

"Aku telah PULANG. Berada diantara keluargaku. Tidak ada yang bisa merenggut rasa senang menggunung di hatiku. Hari ini berjalan sempurna. Tapi aku keliru. Benar-benar keliru. Masih ada yang bisa mengubur semua rasa bahagia." (halaman 236).

Pengkhianatan juga terjadi di dalam tubuh Keluarga Tong yang dilakukan oleh salah seorang anggotanya yang direkrut sejak kecil bernama Basyir. Basyir dan pasukan yang pernah dilatihnya menyerbu markas besar Keluarga Tong, mengobrak-abriknya, dan membunuh pengikut Tauke Muda. Tauke Muda yang sedang terbaring sakit di ranjangnya, tak bisa berbuat banyak. Bujang yang melawan habis-habisan penghianatan tersebut pun banyak mengalami luka dan kewalahan menghadapi Basyir dan orang-orangnya.

Lantas, bagaimanakah kisah Bujang selanjutnya? Akankah Si Babi Hutan itu bertahan atau sebaliknya gugur membela Keluarga Tong? Jika masih hidup, apakah Bujang akan meninggalkan dunia hitam yang membesarkannya atau mempertahankannya? Apakah Tauke Muda juga bisa bertahan atau sebaliknya mati diserang penghianat? Bagaimana juga dengan bisnis-bisnis Keluarga Tong? Apakah Basyir berhasil merebutnya? Dan siapakah sebenarnya Basyir, musuh dalam selimut Keluarga Tong?

Semuanya jawabannya ada di buku Best Seller karya Tere Liue berjudul "Pulang" yang diterbitkan oleh Penerbit Republika.

Buku setebal 400 halaman lebih ini berhasil saya tuntaskan dalam beberapa hari diantara kesibukan mengurus keluarga kecil saya. Tokoh utamanya adalah Bujang yang bernama asli Agam dan mendapat julukan Babi Hutan. Dengan latar tempat di beberapa tempat yaitu perkampungan di Sumatera, ibukota Jakarta, Makau, Filipina, dan Jepang, novel ini membawa saya pada dunia shadow economy. Bagaimana menyulap uang dari bisnis ilegal menjadi legal. erbagai konflik dalam novel ini mengingatkan saya pada berbagai film tentang mafia yang pernah saya tonton.

Sesuai dengan judulnya, Tere Liye ingin menyampaikan pesan tentang "Pulang". Pulang bisa berarti banyak. Namun saya lebih cenderung menyetujui makna pulang menuju kembali pada kebahagiaan sejati yaitu ajaran Ilahi. Kita mungkin pernah tersesat dan melakukan kesalahan, namun jangan pernah lelah untuk "pulang" dan kembali pada kebenaran. Sesuai janji-Nya, Dia tidak akan merubah nasib kita jika kita sendiri tak berusaha untuk berubah.

Comments

  1. udah baca dan suka. dulu selalu ngikutin buku2 tere liye, tp skrg ga kekejar. banyak bgt. kayaknya dia tiap bulan nerbitin buku ya XD

    ReplyDelete
  2. Suka banget sama novel ini n banyak novel tere liye lainnya

    ReplyDelete
  3. sepertinya ini buku memang syarat makna ya mba... banyak hal yg bisa dipelajari dan diambil hikmahnya dari buku ini. Bukunya tebal, kayaknya kalo saya bacanya lama ini :)

    ReplyDelete
  4. Aku belum punya buku ini :) beli ah

    ReplyDelete
  5. Pengantarnya aja udah menarik. Penasaran gimana selanjutnya kisah si Bujang ya.
    Keren si mbak Tere Liye..apik bahasanya.

    ReplyDelete
  6. aku udah punya buku ini, tapi belum baca. bagus ternyata ya, mba.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cerita-cerita Tentang Cinta Lingkungan

Giveaway Buku Republika

Istri dan Suami Yang Dirindukan Surga